topbella

Friday, February 21, 2014

Cerita Rakyat Dumai - PANGLIMA HITAM

PANGLIMA HITAM
        Alkisah, dulu kerajaan Sri Bung Tanjung meletakkan setiap telu dan tanjung seorang panglima untuk menjaganya. Panglima tersebut mempunyai tugaas dan kewajiban yang telah ditetapkan oleh Sultan Sri Bunga Tanjung. Salah satu dari tugas penting panglima tersebut adalah menjaga kedaulatan wilayah kerajaan-kerajaan Sri Bunga Tanjung.
        Tersebut kisah di daerah sekarang kita kenal dengan Dumai. Konon mulnya ada seorang panglima yang diperintahkan oleh Sultan Sri Bunga Tanjung untuk menjaga teluk yang ada di daerah itu yang sekarang kita kenal dengan teluk makmur. Panglima yang menjaga daerah itu bergelar Panglima Hitam.
        Panglima Hitam memiliki tubuh yang besar, gagah dan berkulit hitam. Oleh karena itu barangkali ia digelar Pangkima Hitam. Panglima Hitam memiliki kemampuan bela diri yang luar biasa. Disamping itu, Panglima Hitam kemampuan bela dirinya itu sangat terkenal dibandingkan dengan panglima yang lain.
        Syahdan, suatu hari di Sultan Kerajaan Sri Bunga Tanjung mendapat berita bahwa di kawasan laut wilayah kerajaannya sering terjadi perampokan. Sultanpun memerintahkan Panglima Hitam untuk membasmi kawanan perampok itu. sebagai panglima yang taat pada perintah Sultan, Panglima Hitampu siap atas perintah yang diberikan kepadanya. Panglima Hitam merupakan panglima terbaik kerajaan Sri Bunga Tanjung yang ditugaskan menjaga teluk di kawasan kerajaan Sri Bunga Tanjung.
         Seluruh kekuatan Paanglima Hitam dikerahkan untuk melawan musuh. Kekuatan musuh juga tidak kalah kuatnya sehingga prajurit kerajaan Sri Bunga Tanjung menjadi korban. Namun musuh dapat dikalahkan oleh kerajaan Panglima Hitam.
        Setelah penyerangan melawan para perampok usai dan akhirnya kemenangan diperoleh oleh kerajaan Sri Bunga Tanjung. Seluruh prajurit yang ikut dalam pertempuran melawan perampok tadi kembali ketempat mereka masing-masing. Panglima Hitam kembali dengan rombongannya dalam keadaan terluka tikaman dari tikaman keris ketua perampok yang sangat parah saat penyerangan terjadi.
        Kondisi Panglima Hitam sangat parah, konon kabarnya keris ketua perampok tadi yang menikam dada Paanglima Hitam memiliki racun yang dasyat sehingga sangat sulit untuk diobati. Yang bisa mengobati hanyalah panglima yang mempunyai keris itu sendiri. Sementara panglima itu sudah mati ditangan Panglima Hitam.
        Sultan Sri Bunga Tanjung sangat kuatir akan hal itu, beliau mengirimkan prajurit kerajaan Sri Bunga Tanjung untuk menjemput Panglima Hitam.
        Panglima Hitam sendiri walaupun kondisinya semakin parah, kesatrianya sebagai seorang panglima tidak pernah kendur. Ia tetap berkeras untuk kembali ke tempatnya. “Wahai prajurit yang gagah berani, bawalah hamba segera ke tempat hamba.” Pinta Panglima Hitam kepada prajurit yang ikut bersama rombongannya.
        Prajurit yang ikut dengan Panglima Hitam agak terkejut mendengar permintaan Panglima Hitam tersebut. Mereka tak dapat mencegah keinginan Panglima Hitam. Beliaiu hanya diam saja. Para prajurit juga sudah membaca gelagat lain yang dalam peristilahannya disebut buang tebiat.
        Tak lama kemuadian Panglima Hitampun berangkat bersama prajurit menuju tempat Panglima Hitam. Dalam perjalanan menuju tempat Panglima Hitam kondisi Panglima Hitam semakin parah. Dalam pada itu,  Panglima Hitampun sempat berpesan kepada prajurit yang membawanya pulang.
        “Wahai prajurit setia, aku mau berpesan kepada kamu. Jikalau aku mati sebelum kamu sampai ke darat, maka kuburkan aku di teluk itu dan jangan beritahu sesiapapun bahwa itu kubur aku. Dan jikalau aku mati setelah kamu sampai didarat, hantarkan aku di tempat tinggalku, dan kabarkan tetang kematianku kepada orang-orang di sana” pesan Panglima Hitam kepada prajurit yang mengantarnya tadi.
        “Baiklah panglima, pesan tuanku akan kami laksanakan.” Jawab prajurit dengan tegasnya. Tak beberapa lama setelah Panglima Hitam berpesan, Paanglima Hitampun  wafat sebelum kapal yang mengatarnya sampai ke darat. Sesuai dengan pesan yang disampaikan oleh Panglima Hitam, prajurit menjalankan perintah itu. mereka mengebumikan Panglima Hitam di teluk itu tanpa memberikan kabar kepada seorangpun yang ada diteluk itu. Namun sesuai pesan, kubur itu tetap diberikan tanda layaknya kuburan lainnya.
        Setelah selesai pengebumian, prajurit kerajaan Malaka kembali pulang meninggalkan kubur Panglima Hitam. Keesokan harinya, rakyat yang ada di sekitar teluk itu keheranan melihat tiba-tiba ada kuburan di teluk itu. Mereka bertanya kubur siapakah  gerangannya. Setahu mereka di teluk itu selama ini tidak pernah ada kubur sesiapapun di sana.

        Keberadaan kuburan itu masih misteri, namun anehnya setiap malam bulan penuh, orang-orang yang lewat dekat kuburan itu selalu berjumpa seorang yang berdiri dekat kuburan itu dengan wujud seperti seorang panglima yang gagah, bertubuh tinggi, besar dan berkulit hitam. Sebagian masyarakat yang tahu akan cerita itu, mereka mengatakan bahwa itu adalah Panglima Hitam.***

0 comments:

Post a Comment

About Me

My Photo
Ayuyuw's Blog
Hi~ ~Putri Wahyuni Allfazmy, 16 yo maFriends usually call me Ayuyuw :) SMAN 2 Dumai ~ Part of Foraclation_Town more >> Fb : Wahyuni Allfazmy IG : @ayuyuw *mustFollow :* Twittr : ayuayu_simple *Idon'tCare~ Kik Me : ayuyuw | Puti Ayu We_chat : ayuyuw Thank you ~
View my complete profile